Tanah Grogot (MAN Paser) — MAN Paser menguatkan pemahaman murid tentang pentingnya mencegah perundungan melalui pelaksanaan upacara bendera, Senin (5/10/2026). Bertindak sebagai pembina upacara, Ibu Dwi Noveyana Safari, S.Pd. menyampaikan amanat bertema perundungan (bullying), sementara kelas XI C bertugas sebagai petugas upacara.
Dalam amanatnya, Dwi Noveyana Safari mengingatkan murid agar memahami bahwa perundungan merupakan tindakan yang dilakukan secara sengaja untuk menyakiti orang lain dan dapat terjadi secara berulang.
Ia juga menjelaskan bahwa perundungan dapat muncul dalam berbagai bentuk, antara lain perundungan fisik, verbal, psikologis atau sosial, serta perundungan siber melalui media digital.
Pemahaman tersebut penting agar murid mampu mengenali perilaku yang dapat menyakiti orang lain, baik melalui tindakan, ucapan, maupun interaksi di ruang digital. Murid juga diajak untuk membangun kebiasaan saling menghargai dan menjaga sikap dalam pergaulan sehari-hari.
Melalui tema tersebut, upacara bendera tidak hanya menjadi sarana pembiasaan disiplin, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter di madrasah. Kesadaran untuk menghormati orang lain, menjaga ucapan, serta tidak melakukan atau membiarkan tindakan perundungan menjadi nilai yang perlu ditumbuhkan bersama.
Pada pelaksanaan upacara kali ini, kelas XI C bertugas sebagai petugas upacara. Seusai kegiatan, pembina upacara memberikan penilaian baik terhadap pelaksanaan tugas mereka.
Pesan pencegahan perundungan dalam upacara ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran murid untuk turut menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Dengan demikian, upaya membangun karakter tidak hanya disampaikan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pembiasaan dan kegiatan madrasah sehari-hari.